Senin, 30 Mei 2011

Gunung Dieng Siaga, Warga Diungsikan


Doty Damayanti | Glori K. Wadrianto | Senin, 30 Mei 2011 | 08:56 WIB 

JAKARTA, KOMPAS.com Status Gunung Dieng dinaikkan menjadi siaga menyusul adanya aktivitas erupsi di Kawah Timbang. Warga dalam radius 1 km akan diungsikan.
Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwonugroho, Senin (30/5/2011), mengemukakan bahwa keputusan menaikkan status siaga itu diambil dalam rapat dengan unsur Muspida dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Banjarnegara, Jawa Tengah, semalam.
"Status Kawah Timbang di kompleks pegunungan Dieng tanggal 29 Mei 2011 pukul 20.45 dinaikkan menjadi siaga (level 3). Surat edarannya Nomor 997/45/BGL.V/2011 dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah dibacakan di hadapan Bupati Banjarnegara oleh petugas PVMBG," kata Sutopo.
Pegunungan Dieng berada di wilayah Kabupaten Batang, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Wonosobo. Kawah yang berada di area Dieng yaitu Sileri, Sinila, Siglagah, Condrodimuko, Sikidang, dan Timbang.
Menurut Sutopo, yang mengalami erupsi adalah Kawah Timbang yang berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Aliran gas mengalir sejauh 50 meter ke arah selatan. Erupsi bersifat freatic (lumpur, gas, uap) gas, di antaranya beracun, dalam bentuk CO atau CO2, serta tidak tampak dan tidak berbau.
Dengan naiknya status itu, radius aman diperluas dari 500 meter menjadi 1.000 meter. Warga yang berada di area kurang dari 1.000 meter akan dievakuasi pagi ini ke SMA 1 Kecamatan Batur atau ke kerabat terdekat. Hal itu akan didahului dengan sosialisasi melalui tokoh-tokoh masyarakat.
"Masyarakat diimbau agar tetap tenang, dan tidak tepancing isu terkait aktivitas Gunung Dieng yang tak jelas sumbernya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah berkoordinasi dengan PVMBG, Bupati Banjarnegara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, BPBD Banjarnegara, dan dinas terkait, dinas kesehatan, dinas sosial, Kepala Polres, Dandim, dan BPBD Wonosobo," papar Sutopo.

Masyarakat Dieng Tak Perlu Panik
2009/1/18 15:33:29
Mulai tanggal Kamis 15 Januari 2009 pukul 18.00 WIB, Gunung Dieng, Jawa Tengah, berstatus waspada. Meski demikian, masyarakat tak perlu panik. Seperti dilansir laman Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, masyarakat diminta tenang.

"Tidak perlu ada pengungsian. Masyarakat jangan terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Dieng," seperti direkomendasikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Meski demikian, tetap ada larangan agar tak timbul korban. Pusat Vulkanologi meminta masyarakat dan wisatawan untuk sementara tak mendekati Kawah Sibanteng dan kawah aktif lainnya, seperti Kawah Sinila, Kawah Timbang, Kawah Siglagah, dan Kawah Sikidang. Setidaknya, dalam radius 300 meter.Pemandian air panas Pulosari juga diperintahkan dikosongkan.

Untuk menghindari kemungkinan banjir bandang akibat jebolnya Kali Putih, masyarakat diminta tak melakukan aktifitas disana. Pengamat Gunng Dieng dan Pusat Vulkanologi telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. (viva).

Aktivitas Gunung Berapi di Dieng

Diterjemahkan Dari : Complex Volcano, Oleh : John Seach

Kompleks gunung berapi Dieng  terletak di dataran tinggi Jawa Tengah, Indonesia. Selama beberapa abad aktivitas gunung berapi di Dieng didominasi oleh letusan freatik, dan aktivitas panas bumi (fumarol, solfataras, kolam lumpur, sumber air panas). Gunung Dieng terkenal karena pelepasan karbon dioksida, yang kadang-kadang menyebabkan kematian bagi penduduk. emisi karbon dioksida dapat merusak vegetasi sekitarnya dan masyarakat setempat mengetahui "lembah kematian".

Gunung berapi ini terdiri dari dua stratovolcanoes (Butak Petarangan dan Dieng) dan kawah banyak. danau asam hangat mengisi sebagian dari kawah. kerucut vulkanik di Dieng meliputi - Bismo, Srojo, Binem, Pangonan, Merdodo, Pagerkandang, Nogosari, Petarangan, Telogo Dringo, Pakuwaja, Kendil, Kunir dan Prambanan.

Fumarol daerah - Kawah Sikidang, Kawah Sigajah, Kawah Kumbang, Kawah Sibanteng, Kawah Upas, Telogo Terus, Kawah Pagerkandang, Kawah Sipandu, Kawah Sileri Siglagah dan Kawah. Butak Petarangan merupakan gunung berapi kedua terletak di kompleks Dieng. Ini terdiri dari sebuah danau-kawah bernama Telogo Dringo dan lapangan fumarol Condrodimuko.Simak Baca secara fonetik

Letusan 2009
Pada hari Jumat 16 Januari 2009 gunung Dieng dibangkitkan dari tingkat I ke siaga II (dari maksimum 4) setelah dua letusan freatik pada Januari 15. Letusan terjadi pada Sibanteng kawah pada 0800 dan 0830 jam. Bahan yang dikeluarkan 50 m dari kawah.

Sebuah ledakan freatik terjadi pada kawah Sileri, Dieng gunung berapi, Indonesia pada malam 26-27 September 2009. letusan itu berlangsung selama 15 detik. Antara 1-19 September ada 2 gempa bumi vulkanik, 20-23 September 1 gempa vulkanik, 24 Sep 1 gempa vulkanik, tidak ada gempa vulkanik pada 25-26 September. Ledakan itu terdengar pada jarak 2 km dari kawah. Selama letusan freatik, lumpur dikeluarkan dalam radius 140 m. Suhu air di Kawah Sileri tetap cukup konstan di sekitar 70 deg C. Tidak ada emisi gas beracun di lokasi letusan dan sekitarnya. Tingkat siaga di gunung berapi tetap di "Normal". Tidak ada evakuasi diperintahkan. Orang-orang disarankan untuk tinggal paling sedikit 500 m dari kawah Sileri, Sinila, Timbang, Siglagah, dan Sikidang.

Letusan 1992
Pada 18 Maret 1992 emisi gas membunuh satu orang di lembah sungai 200 m W Kawah Sikidang.

Letusan 1979
Emisi karbon dioksida, yang menyertai letusan freatik dari sisi SW gunung berapi Dieng, menewaskan 149 orang pada 20 Februari 1979. Gas emisi CO2 dan H2S yang terkandung dan dikeluarkan dari Sinila Kawah. Sampai 17.000 orang diungsikan dari enam desa dekat Sinila. Ikan dan ternak dibunuh oleh letusan. Tujuh gempa bumi yang tercatat sebelum letusan. Dua lahars diproduksi dari Sinila Kawah.

Letusan 1944
Sebuah ledakan terjadi di Dieng gunung berapi pada 4 Desember 1944. Ash-lumpur hujan, meliputi desa Kepakisan, Sekalem, Sidolok, Pagerkandang, Djawera dan Kepakisan-lor dalam kegelapan lengkap. blok dikeluarkan mencapai desa Bitingan 1 Km dari Kawah Sileri. Lima puluh sembilan orang tewas, 38 terluka, dan 55 hilang. Luka-luka disebabkan oleh lumpur mendidih.

Letusan 1939
Sebuah letusan freatik kekerasan terjadi di Dieng gunung berapi tanggal 13 Oktober 1939. Pusat erupsi terletak di sisi utara pekuburan Cina. Fisura A membuka tinggi lereng dan lumpur fountained. Kegiatan berlanjut sampai 3 November.

Letusan Gunung Dieng

2009, 2005, 1993, 1986, 1981, 1979, 1964, 1956, 1954, 1953, 1952?, 1944, 1943, 1939, 1928, 1883-1884, 1847, 1826, 1825, 1786, 1776, 1375?.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar