Senin, 28 Maret 2011

Presiden 207 Hari Prawiranegara


Membaca buku Syafruddin Prawiranegara, pikiran saya seakan kembali ke massa lalu dan mengelus dada dengan kondisi saat ini. Betapa tidak, sungguh sebagian besar pemimpin dan elit politik  saat ini "kurang" bisa menghargai jerih perjuangan pemimpin kita massa lalu.
Presiden Prawiranegara sungguh orang yang sangat amanah ketika mendapat mandat dari Presiden dan Wakil Presiden RI Soekarno-Hatta untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) setelah Pak Karno dan Bung Hatta tertangkap Belanda di Yogyakarta.
Dengan posisi memimpin PDRI massa itu, berarti Syafruddin Prawiranegara sama halnya sebagai presiden sementara untuk melanjutkan pemerintahan Negeri ini. Betapa pelik situasi kala itu, berapa nyawa yang melayang dalam perjuangan untuk kemerdekaan RI dan betapa sengsaranya saat itu.
Apa lantas setelah Indonesia Merdeka dan Pak Karno dan Bung Hatta ditagkap Belanda lalu kemerdaan RI akan diabaikan. Disinilah Presiden Prawiranegara benar-benar ber-amanah menjalankan pemerintahan darurat dari luar Jawa.
Betapa berperan pentingnya seorang Prawiranegara saat itu, kalau saja ia tidak bersedia dan membiarkan kondisi itu berjalan apa adanya, nasib Indonesia mungkinkah akan seperti sekarang ini?
Melihat kondisi saat ini, saya sungguh tidak bias berbuat banyak, hanya mampu berbuat semampu dan sebisa saya. Ya………….., paling tidak hanya bisa berkata-kata, ber-churat dengan teman-teman dan group HimPin, terlebih di group ini saya merasa terhormat bisa memiliki saudara, teman, kerabat yang cukup handal, piawai, agamawan, negarawan.
Sudahlah, kuusap tetesan air mata yang tanpa dirasa mengalir di pipi saya, karena miris  mengenang massa silam perjuangan pemimpin kita dan mengelus dada meilhat kondisi saat ini.
Pemimpin kita berjuang benar-benar untuk rakyat, untuk orang banyak, tetapi sebagian besar pemimpin sekarang berjuang untuk kepentingan diri sendiri dan golongan. Pemimpin sekarang suka mengumbar nafsu, suka membeberkan keburukan teman dan apalagi yang dianggap sebagai lawan.
Tidakkah disadarinya, bahwa manusia itu bisa dikatakan berguna manakala tindakannya bermanfaat untuk orang banyak. 
Kisah Presiden Prawiranegara ini, Minggu (27/3/11) di bacakan oleh Butet (Budayawan) dan Marcel (artis Sinetron)
Allahu Akbar.

Minggu, 13 Maret 2011

Rakyat Terus Dirugikan

Setyahadi Winarto
Menarik mengikuti tayangan Metro TV hari ini mengenai kebijakan energi yang amburadul. Minyak bumi yang sebentar lagi habis, batu bara dalam negeri yang banyak dikapalkan untuk eksport, proyek listrik 10,000 MW yang kebutuhan batubaranya harus diimport dari china dengan batubara muda, karena desain mesinnya (boiler)nya oleh China menggunakan batubara muda negara tersebut, penanaman tanaman jarak oleh petani di NTT tapi sampai jatraknya besar dan berbuah tidak bisa diolah karena tidak ada pabrik pengolah untuk biodiesel, gas yang banyak dieksport padahal di DN banyak memerlukan pasokan gas tersebut untuk PLN, petrokimia dan industri pupuk...sampai dengar pendapat direktur utama Pertamina mengenai kelangkaan BBM di beberapa tempat di Indonesia ....kelangkaan energi di Indonesia akan semakin nyata dan semakin nyata......suatu saat bukannya tidak mungkin,,bahwa penduduk akan kembali lagi menggunakan "klaras"/daun kering untuk memasak....makin mblangsak saja negeriku...tapi semoga tidak...dalam kesulitan pasti ada kemudahan..kalau semua mau berusaha dan berpikir jernih....
  • Samsoel Maarif Akan dibenahi nanti kalau pakta koalisi sdh diperbaiki...katanya...jadi rakyat kudu tetep sabar, ikhlas dan yakin bahwa pemerintah masih memikirkan nasib rakyat....

    • Setyahadi Winarto Beberapa kali terakhir ini sudah sering terjadi kelangkaan BBM pak..untung rakyatnya masih sabar Pak....
    • Samsoel Maarif Bisnis BBM katanya menguntungkan...menjual minyak mentah dpt komisi....import juga dpt komisi.....
    • Setyahadi Winarto ‎#Mungkin seharusnya pemerintah membuat langkah radikal...umpamanya untuk pengembangan perumahan baru pihak pengembang harus menyediakan "pengolahan ampas tahu" menjadi bio gas yang dimanfaatkan oleh penghuni di perumahan itu nantinya...
    • Setyahadi Winarto ‎#Sangat menguntungkan Pak..1% fee nya saja...sdh berapa besarnya....
    • Samsoel Maarif ‎@Pak Win kalo sempat..kita coba aja utk wilayah kecamatan Turi tempat spmaa nya asparagus, bagaimana gambaran daya dukung dan daya tampung energy nya.....
    • Samsoel Maarif ‎@Pak Win yg saya alami...introduksi penerapan bio teknologi perlu ketelayenan....saya mendampingi perusahaan dlm [enerapan bio teknologi dlm pengolahan limbah tekstil....bakteri tdk bisa ditipu dan td mau di ajak nipu....kalau syarat kondisi hidupnya tdk terpenuhi, kalau engga mati iya mabok lah....jadi dlm hal penerapan bioteknologi, ybs kelihatannya kudu menguasai betul ttg pernik2 biologi tmsk bakteri,,,,saya rasa demikian pula halnya dlm pelaksanaan demplot tani organik yg kita rencanakan...
    • Setyahadi Winarto ‎#Pak samsoel, pernah jg ditayangkan di Tv klu nggak salah, satu RT, kotoran ternak bahkan pabrik tahunya dikumpulkan..terus dibuat bio gas..dan urusan masak memasak warga RT tsb dari bio gas yg dihasilkan...perlu dicari informasinya..
    • Samsoel Maarif Iya di pabrik tahu dan peternak sapi biasanya......ternak sapi pangalengan kabarnya sdh menerapkan, sekaligus sbg solusi pencemaran lingkungan.....
    • Setyahadi Winarto ‎#Pak Samsoel..kemarin-kemarin kami mengembangkan pemurni air, terutama yang ekstrim kayak limbah tekstil..dengan methode/teknologi plasma/loncatan listrik...keluar dari plasma tersebut..limbah cair yang ekstrim jadi bersahabat dgn lingkungan..output airnya kita gunakan untuk kolam ikan..ikannya tidak mati...namun R&D berhenti...sekarang barangnya msh ada di workshop....
    • Samsoel Maarif Wualah..temen saya juga sempat kampanye teknologo plasma ini, waktu saya kehar ybs juga kehilangan jejak.....yg saya dengar baru skala uji coba iya (utk kapasitas debit limbah kecil)....Kalau prospek, hayu lah di kembangkan siapa tahu ada sponsorship....di SinarMas Grup ada yayasan Eka Tjipta yg relatif peduli lingkungan,,,
    • Setyahadi Winarto ‎#Berati tinggal survey dan kloning untuk applikasi di tempat lain ya Pak?...peralatan pernah baca kayaknya nggak ribet2 amat...
    • Samsoel Maarif Kabrnya sih hanya bikin petir buwatan...info masih simpang sihur...sekilas katanya PAU ITB terlibat, cuman penelitinya siapa juga belum jelas sih....
    • Setyahadi Winarto Saya sudah buat modelnya satu unit..alat ada di Cikiwul-Bekasi...sudah sejak Agustus 2010 kemarin..tahun kemarin banyak buat coba2...tapi tahun ini lebih baik ke yg riil2 dulu pak...
    • Samsoel Maarif Oke teknologi plasma kita memorikan saja dulu,...di cimahi saya butuh...binaan ada 100 pabrik tekstil...
    • Setyahadi Winarto ‎#Pak samsoel penelitinya saya tahu..malah beliau juga mengembangkan hydrocarbon refrigerant yang ramah lingkungan yg akhirnya diproduksi oleh Pertamina tsb, tahun 2010 kemarin kami intensive diskusi dan sering ketemuan....salah satu pilot R&d kami ya yang sekarang barangnya di workshop kami itu...
      Samsoel Maarif ‎@Pak Win...bapak Harsono Taroe sekarang rektor Itenas dan PSDALnya minta aliansi dg saya, jadi kedepan kelihatannya peluang dpt di kreasikan....
    • Setyahadi Winarto Wah, kalau memang mau..skala tinggal diperbesar saja....rencana yang di Cikiwul tadinya mau kami buat mobile unit..namun ada kendala di kendaraannya...jadi kalau ada yang mau nguji tinggal kita bisa pindah kendaraannya....
      Samsoel Maarif ‎@OK kelak kita lanjut,,,,,,,ttg teknologi plasma...aku dg PAU ada beberapa chenel juga...lab hayati dan lab elektro....

    • Setyahadi Winarto ‎#Pak samsoel, kalau ingin melihat unitnya sudah ada pak...dan sebelum kita simpan kematin kita coba menjernihkan air selokan..dan hasilnya bagus...TDS turun, limbah terpisah dan terkoagulasi....
    • Samsoel Maarif Nanti kita ulig di Cimahi....saya lagi berusaha gaet pak Wali....kelihatannya Rumah2 Sakit juga pada minat tuh...
    • Setyahadi Winarto Betul, bahkan gedung, gedung bertingkat..untuk pengolahan waste waternya....
    • Samsoel Maarif ‎@ Sip ..Bismillah..kata Gus Hfidh nya....
    • Samsoel Maarif ‎@Ngomong2 Bu Asih itu juga aktivis Badan Lingkungan Hidup Malang tuh.....mustinya juga butuh......engga mau kopi iya kita kasi limbah saja....
    • Samsoel Maarif ‎@Btw pak Win..teknologi plasma ini apa pernah di cobakan di PT INSAN SANDANG pabrik tekstil di Rancaekek..?
    • Samsoel Maarif ‎@Pak Win apa ada kaitannya dg Eco Star..?
    • Setyahadi Winarto ‎#Pak Samsoel..belum jelas Pak...yang jelas unit yang ada di tempat kami kapasitasnya lumayan besar...kami berhenti dulu untuk R&D untuk bernafas..he..he...maklum pekerjaan R&D model beginian kan nggak jelas..tapi so far hasilnya memuaskan Pak...sebenarnya tinggal selangkah lagi...
    • Setyahadi Winarto ‎#Pak Samsoel, coba sy diskusi dengan penemunya...sy mintakan informasi apakah pernah di uji coba di sana...
    • Samsoel Maarif Nanti kita coba gaet Kemen Perindustrian spy ngedorong Sinar Mas Grup mau sponsori penelitian lanjutannya..toh utk kebutuhan pelestarian alam.....he he hehe iya siapa tahu...
      Samsoel Maarif Sip....kalau perlu ke bandung lah...di bandung starbuck juga ada kok...
      8 jam yang lalu ·
    • Setyahadi Winarto Kalau Eco Star rasanya tidak Pak....
    • Samsoel Maarif Aku coba kirim imel lewat...setya@dnet.net.id...tlg di cek nyampe engga nya...tks
      8 jam yang lalu ·
    • Setyahadi Winarto Muantapz pak...ketemu..sambil ngopi...ya Pak saya Cek e-mail..
    • Js Kamdhi Jayahadi Saputra Mas Win, nek ngono "sing goblok" itu siapa ya?
    • Setyahadi Winarto
      ‎#Pak Kamdhi, ya Pak, bukan selalu menjelek-jelekkan Pemerintah, lha Pemerintah lah yang membuat kebijakan dan merekalah yang harusnya mengawal kebijakan tersebut secara konsisten contohnya pada waktu harga minyak dunia tinggi, dan solar DN... langka (akibat disparitasharga antara solar industri, solar non industri, dan harga solarantara DN dan negara tetangga) maka ada anjuran untuk menanam jarak dsb sebagai sumber bio diesel yang terbarukan, tapi kok ya nggak tuntas, palnt produksinya nggak sekalian dibuatkan, begitu solar sdh "stabil" lagi pura2 lupa lagi..padahal "sifat stabil" harga solar ini juga "semu"....Lihat Selengkapnya
    • Alan Ws
      Pak Win: inilah sebenarnya wajah negeri kita, suka menjual kekayaan negeri pihak asing dan mengimpor dari negeri lain. Alasannya kalau diekspor harganya mahal, tetapi tidak mikir berapa harga kalau mengimpor dan berapa keperluan batubara un...tuk keperluan dalam negeri. Para penguasa kita tidak mikir siapa sebenarnya yang diuntugkan dalam penjualan hasil bumi ini? Pemerintah? jawabannya bohong besar. Yang benar adalah pengusahanya yang untung, siapa pengusahanya? ya pengusaha yang di back up penguasa juga. Bukan hanya batubara, bauksit, timah, emas, gas alam dan kekayaan alam ini banyak dinikmati pengusaha dan penguasa. Bukan tidak boleh dieksport, tetapi penuhi dululah keperluan dalam negeri, sehingga tidak perlu mengeksport

Sabtu, 12 Maret 2011

Saya Jumat 11/03/11 mendapat telepon dari Jayapura, dari salah seorang keluarga dan melaporkan jika dirinya sedang berkumpul bersama warga disana di sebuah perbukitan, ini atas arahan pemerintah setempat menyusul terjadinya tsunami dan gempa di Jepang.

Menurutnya, imbas tsunami bisa sampai di Indonesia bagian timur, sampai pagi ini, keluarga saya masih berada di perbukitan, karena masih ada intruksi tidak boleh turun, dan diinformasikan gempa susulan bisa saja dan bahkan akan terjadi.

Siangnya kemarin, saya juga melihat kejadian ini di televisi dan saya tidak kaget, tetapi bisa berkata inilah kuasa Illah yang siapapun tidak akan bisa menolak. Kejadian ini juga mengingatkan saya tsunami di Aceh, Sumbar, muntahnya Merapi, di Indonesia.

Dengan kejadian ini saya teringat ketika saya naik kapal laut dan kapal nomad milik TNI AL dalam tugas kewartawanan tahun 1998, ketika berada di tengah laut, mata saya memandang jauh semampu mata saya menembus pantai. Namun tidak mampu, dan yang ada dalam pikiran saya adalah betapa kecilnya diri ini, naik kapal bersama ratusan orang, kapal ukuran besar, tetapi ketika berada di tengah laut, kapal yang besarpun tiada arti jika dibandingkan dengan luasnya lautan.

Ketika saya naik pesawar nomad melintas lautan, saya melihat kapal penupang berkapasitas 2000 orang, sangat terlihat kecil seperti kue lemper, seperti pisang goreng, apalagi kapal nelayan terlihat seperti lidi. Pertanyaannya, kepada siapakah kita akan meminta tolong jika sesuatu musibah yang tidak kita inginkan ternyata terjadi menimpa kapal itu? Allahu Akbar.

Ya catatan gus Hafidh yang sangat singkat, DIRI KITA, PIDIE KITA, INDONESIA KITA, JEPANG KITA, saya tambahka MERAPI KITA, tapi sangat berakna. Seolah mengajak kita untuk melihat bencana di beberapa daerah ini juga menjadi masalah kita semua.

Saya mencoba menghubung-hubungkan walau mungkin tidak ada hubungannya, atas Kekuasaan-NYA dengan segala persoalan yang terjadi di alam ini. Tidakkah rentetan bencana alam ini bisa menjadi pelajaran, menjadi guru bagi kita semua.

Kalau jawabannya bisa, kenapa kita saling mencurigai, saling menjatuhkan, saling membuka aib, saling hantam, yang endingnya hanya sebuah kekuasaan, hanya jabatan, dan hanya uang, sementara masyarakat kita terabaikan dan diajak mendengarkan kalimat-kalimat yang tidak layak untuk didengarkan.

Adalagi hanya masalah perbedaan pendapat soal kehidupan ini, sampai bertiindak anarkis, bahkan saling bunuh? Padahal kita di alam ini harus hidup saling bergandengan, saling menyayangi dengan siapapun, tidak membedakan agama, suku, ras dan budaya. Kita yang diberi akal sehat, menangkap kalimat bahwa mereka yang membunuh merasa paling benar dan mereka yang dibunuh memang harus dibunuh, bagi saya mereka yang merasa paling benar kemudian berani membunuh adalah BENAR DI JALAN YANG SESAT.
Harapan saya, kita, mereka pasti:
1. Hidup rukun dan damai
2. Saling menyayangi
3. Hindari perbantah-bantahan yang justru merugikan
4. Hindari rasa curiga dan mencurigai
5. Bersama membangun negeri
6. Membangun lapangan kerja sebanyak mungkin
7. Mengelola alam sebaik dan sebenar mungkin
8. Hindari kepentingan pribadi dari segala persoalan
9. Utamakan kepentingan orang banyak, niscaya diri kita akan diuntungkan
10. Manusia yang berguna adalah yang berguna bagi orang banyak

Dalam catatan ini, saya mohon maaf kepada siapapun, orang tua saya, guru saya, senior saya, keluarga, sahabat saya dan kepada komunitas ini. Tidak ada sedikitpun niatan untuk menggurui, tetapi saya yang sangat minim ilmu ini justru ingin belajar kepada siapapun, termasuk kepada alam yang tidak berbiacara tetapi hanya memberikan tanda-tanda zaman.

Bismillah

Selasa, 01 Maret 2011

Nasibmu Pecinta Bola

Kisruh di tubuh Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) terus berlanjut, kasus ini sampai hampir mengorban media dan berujung melaporkan ke polisi. Demikian juga Komisi X DPRRI dan Menegpora, saling menyampaikan komentarnya. Hebatnya, Nurdin Khalid dengan enteng menganggap bahwa gejolak demo yang menantangnya itu adalah ada pihak yang berusaha menjatuhkannya dan mereka ada yang bayar.

Kemudian bagaimana menyelesaikan kasus PSSI ini? bisakah pemerintah dan DPR campur tangan dalam menengahi atau turut menuntaskan persoalan inim jawabannya seharusnya bisa dan memang kewajiban pemerintah segera turun tangan menyelesaikan persoalan nasional ini.

Memang PSSI adalah lembaga non politik dan tidak bisa ada pihak lain yang mencampuri urusan internal, tetapi PSSI jangan lupa, darimana anggaran operasional PSSI kalau bukan dari pemerintah. Tahun 2010 saja, APBN buat PSSI sebenar Rp. 20 miliyar dan rencananya tahun 2011 naik menjadi Rp. 70 miliyar. Maka itu, layaklah jika pemerintah segera turun tangan, karena dana ini adalah dari rakyat serta tidak sepenuhnya bersalah jika rakyat berunjukrasa menentang pencalonan Nurdin Khalid.

Jika ada pihak yang memiliki pendapat lain, silahkan berbagi dalam blog ini, terima kasih.(warnawarni-news)

Senin, 28 Februari 2011

ABK Tewas di Atas Kapal

Anak Buah Kapal (ABK) KM. Indah Fajar, meninggal dunia di atas kapal saat berjaga malam di Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Bintan Timur, Pulau Bintan, Senin 928/02/11), Senin pagi jenazah korban dilarikan ke Puskesmas Kijang dan dirujuk ke RSU Tanjungpinang untuk dilakukan otopti. Kasus kematian ABK Indah Fajar ini sedang dalam pengusutan jajaran Polsek Bintan Timur.

Petugas kepolisian Sektor Bintan Timur membenarkan kasus ini dan pihaknya sedang menyelidiki penyebab kematian korban.(warnawarni-news)

Sabtu, 26 Februari 2011

Hayalanku

Golden opportunity for a panglina Army in Indonesia to take over the government was not utilized Wiranto. Why, are afraid because they still have not received support from the ranks of the TNI and the Police? or because it was too sendiko dawuh (subject to the senior-Soeharto), padahalan Suharto has given the signal acquisition.
If Wiranto want, when it is a golden opportunity for him, he might even be able to power until today. But what is reality? Wiranto did not dare to act boldly and I understand, because when it was still quite influential generals and he was the Suharto family.
Why do since he became party chairman just desperate to become the number one in Indonesia? although the reality is not able to outperform junior (SBY). Here's my question for this that always bothers me.
Look at Egypt, Yemen, Libya and other Arab countries, a wave of protests could deteriorate the arrogance of a president. The question is, Egyptians mimic Indonesia, or Indonesia would have faced a case like in Egypt?

Kamis, 10 Februari 2011

Demi Keluarga Abaikan Jiwa

Jakarta, Warnawarni-news (09/02/11)
Para karyawan di beberapa perusahaan di Jakarta yang berasal di berbagai daerah di Jakarta dan Jawa Barat ini, baik pergi dan pulang kerja naik kereta api. Celakanya, karyawan yang tidak kebagian tempat duduk karena kapasitasna terbatas, mereka nekat dan bahkan sengaja naik diatas gerbong kereta yang sewaktu-waktu bahaya bisa mengancam jiwa mereka.
Mereka pasti menyadari soal keselamatan jiwanya, akan tetapi mau apalagi, karena kondisinya memang harus seperti ini, Diantara mereka bukan lagi karena tidak mendapatkan tempat duduk, akan tetapi justru disengaja naik di atas gerbong dengan alasan bisa bayar murah dan bahkan tidak perlu bayar.
Para pekerja yang nekat ini, biasanya memarkirkan kendaraannya di sekitar stasiun kereta api di Depok, Bogor dan stasiun lainnya, kemudian dari stasiun ini mereka dengan kendaraannya atau dengan angkutan umum lainnya bisa pulang ke rumahnya.
Pertanyaannya, akankah persoalan angkutan ini bisa ditingkatkan pelayanannya, sehingga tidak ada lagi mereka sampai naik diatas gerbong kereta? Karena dalam kondisi seperti ini sewaktu-waktu bisa mengancam jiwa mereka? (ara)

Rabu, 09 Februari 2011

Nasibmu Pulau Galang

Jakarta Warnawarni News, 7/2/11

Senin pekan ini saya ketemu dengan salah seorang pengurus pembebasan lahan di Pulau Galang, ia sangat menyesalkan penolakan pemerintah pusat rencana dikembangkannnya Pulau Galang sebagai daerah ekslusiv. Alasannya tidak jelas dan bertele-tele, maka dianggapnya alasan itu sebagai tindakan tidak profesional.
Dengan penolakan dkembangkannya Pulau Galang yang dulunya tempat pengungsian Vietnam ini, berarrti pemerintah tidak bersedia diajak maju dalam membangun di setiap daerah, padahal ini merupakan peluang bagus bagi pemerintah dan masyarakat sekitar Pulau Galang. Sehingga diharapkan masyarakat sekitar bisa menikmati kemajuan di daerahnya dan mengambil peluang usaha mandiri di daerahnya.
Sesuai rencana, bahkan lokasi ini sudah di mapping, akan dijadkan area eksklusive, dibangun sarasana dan prasarana mewah. Kalau orang Indonesia bisa membeli rumah dan apartemen di Singapra dan Malaysia misalnya, kenapa kita tidak membangun area yang bisa dijadikan tempat istirahatnya orang luar, jika memang tidak boleh dijual, bisa saja disewakan.
Pemerintah tidak perlu keluarkan biaya, inilah rencana pengusaha asal Jakarta membanguan area ekslusive di Pulau Galang, tetapi yang diminta adalah perizinannya saja. Segala biaya yang timbul akibat pembangunan lokasi itu, ditanggung sang pengusaha dan pengusaha bersedia dalam kurun waktu sekian tahun, area itu bisa menjadi milik pemerintah.
Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana masyarakat Kepulauan Riau umumnya dan sekitar Pula Galang khususnya menghadapai persoalan ini? Jika memang menghendaki dikembangkannya Pulau Galang, silahkan mendesak kepada pemerintah pusat. Sementara pengusaha yang berminat membangun area itu, dengan sangat kesal dan belum diketahui apakah masih berminat atau tidak lagi. Diakuinya, biaya yang dkeluarkan dalam pemetaan lokasi tidaklah kecil, namun tiba-tiba pemerintah tidak setuju.(ara/9/2/11)

Tambang Bauksit Ancam Rusak Jalan Aspal

Tanjungpinangnews

Rekanan saya kemarin melaporkan via telepon dan segera mengirim foto lokasi, bahwa di Kampung Dompak Laut, Tanjungpinang ada penambangan bauksit. Akibat penambangan ini, truk-truk pengangkut baukit melintasi jalan aspal  dan kini jalan aspal terancam rusak.

Bukan hanya jalan aspal yang mulai bergelombang dan berlubang, tetapi beberapa bangunan penting seperti Masjid di sekitar lokasi itu juga mengalami keretakan, karena pengerukan bauksit berada tidak jauh dari tempat ibadah ini.

Namun sampai saat ini, aktivitas penambangan bauksit ini tidak pernah ter ekspose di media masa, padahal warga sangat mengeluhkan aktivitas perusahaan PT. Duta Buana Raya. Namun keluhan warga sampai saat ini tidak mendapat respon dari pemerintah setempat.

Salah seorang pengawas di perusahaan ini, yang biasa dipanggil Pak Dede ketika dikonfirmasi Rabu (09/02/11) pagi via poselnya menolak memberikan komentarnya, dengan alasan khawatir salah dalam memberikan informasi, karena kapasitasnya hanya sebagai karyawan..(ara/9/02/11). info awal dan segera dikembangkan

Selasa, 01 Februari 2011

Perang Melawan Kapitalis

Perkembangan pay tv di Indonesia semakin baik dan bermunculan, gugur satu muncul lainnya, gugur Astro muncul AORA, muncul Skynindo, Telkomvision. Namun keberadaannya pay tv ini menjadi ancaman bagi perkembangan Indovision yang merasa ada lebih lama tetapi tidak berhasil mencapai target pelanggannya.

Bahkan belakangan pelanggan Indovision semakin merosot lantaran semakin berkembanganya pay tv melalui kabel yang hampir tumbuh di seluruh pelosok desa di negeri ini. ratusan ribu pelanggan Indovision memilih putus dan pindah ke tv kabel, lantaran tv kabel lebih murah, dan pelanggan tanpa berfikir apakah tv kabel itu legal atau ilegal, yang terpenting murah meriah, channel yang disuguhkan juga ada di Indovision.


Dalam sebuah seminar di beberapa daerah terungkap atas ketakutan Indovision ini dengan maraknya tv kabel, khawatir kasus di India terjadi di Indonesia. Mengapa demikian, karena di India masyarakatnya banyak yang berlangganan tv kabel dan meninggal pay tv satelit, jika ini terjadi, investasi yang milyaran rupiah bisa kolap. Jawabannya, kenapa harus investasi milayaran rupiah, jika dengan puluhan juta sudah bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat yang mempunyai hak yang sama dalam mendapatkan informasi, hiburan dan pendidikan via media visual.

Kabar terakhir untuk mendepak tv kabel ini, pay tv indovision membuka jaringan tv kabel di Sulawesi, menyusul segera dibuka di beberapa daerah lain dengan harga iuran yang mengejutkan, yakni gratis selama setahun dan tahun berikutnya hanya dikenakan iuran cuma Rp. 15.000/bulan. Sedangkan iuran tv kabel saat ini, sudah ada yang mencapai diangka Rp. 70.000/bulan dengan channel lokal dan premium.

Bagaimana mengantisipasi persoalan ini, karena ini akan menjadi persoalan bagi pemilik usaha tv kabel, yakni kebersamaan dan persatuan komunitas tv kabel di Indonesia, tidak ada lagi pemikiran negatif thinking sesama pengelola. Jika kebersamaan ini bisa dijaga dengan baik, bukan omong kosong dan bukan janji belaka, ada pihak yang akan memberikan support kepada tv kabel di Indonesia dengan konten gratis dan bahkan bisa mendapatkan inkam dari pusat.

Maksudnya adalah, dengan terealisasinya Indovision menggratiskan iuran, kita sudah siap dengan kondisi ini dan ini pernah saya sampaikan kepada beberapa teman di Jakarta. Tapi masih ditanggapi pesimis, ya memang beginilah sebuah pemikiran, terkadang terabaikan oleh terkotak-kotaknya pemikiran kita. Hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, ini tidak pernah teman-teman sadari.

Seperti saya akan mewujudkan IBO (Indonesian Box Office) ini hanya sebuah wacana dan tidak akan terbukti, karena tidak mudah dalam menggabungkan seluruh kekayaan budaya negeri ini, diperlukan tenaga dan financial yang tidak murah. Namun mereka tidak pernah menyadari yang tidak mungkin akan menjadi kenyataan. Maka itu, biarkan waktu yang akan menentukan, yang terpenting semua teman-teman tetap bersemangat dalam menjalankan usahanya dan tidak terdapat kendala. salam

Minggu, 30 Januari 2011

PKB Harus Belajar Berdemokrasi

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengatakan partainya mendukung gubernur dipilih secara tidak langsung yakni melalui dewan perwakilan rakyat daerah.
"PKB berpandangan bahwa gubernur sebaiknya dipilih DPRD dan mendapatkan pengesahan dari Presiden karena kewenangan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah," katanya dalam diskusi yang diselenggarakan DPP PKB soal pemilihan gubernur di Jakarta, Minggu.
Muhaimin tidak membantah bahwa pemilihan secara langsung membawa dampak positif bagi masyarakat yakni memberikan kesempatan masyarakat berpartisipasi langsung untuk memilih pemimpinnya.
Tetapi, terkait dengan pemilihan gubernur, ia menjelaskan ada sejumlah alasan sehingga gubernur sebaiknya dipilih melalui DPRD yaitu kewenangan gubernur sangat terbatas dibandingkan dengan bupati dan wali kota.
Gubernur, katanya, lebih sebagai wakil pemerintah pusat di daerah yang menjadi jembatan penghubung antara pusat dan daerah.
"Gubernur adalah fasilitator pemerintah pusat untuk kemudian mendorong pemerintah daerah mengorganisasi, konsolidasi, dan menyatukan pemerintah dan rakyat," katanya.
Selain itu biaya penyelenggaraan pemilihan gubernur secara langsung juga sangat tinggi, tetapi tidak sebanding dengan kewenangan yang dimiliki.
Muhaimin juga mengatakan masyarakat membutuhkan penyederhanaan dalam prosedur pemilihan yang tetap dalam koridor demokrasi.
"Kita terus menerus membutuhkan penyederhanaan prosedur pemilihan yang demokratis tetapi sesuai dengan kewenangan dan manfaat yang dirasakan masyarakat," jelasnya.
Meski demikian, menurut dia, PKB masih akan terus mengkaji pemilihan gubernur melalui DPRD.
"Kita masih menggali sekali lagi agar putusan gubernur dipilih DPRD benar-benar matang sehingga bukan spontanitas semata dan berdasarkan pemikiran atas perlunya penyederhanaan proses demokrasi," katanya.
Sementara itu, pemerintah telah menyiapkan rancangan Undang-Undang tentang pemilihan kepala daerah yang mengatur tentang pemilihan gubernur melalui DPRD.
Namun, usul pemilihan gubernur secara tidak langsung ini ditentang oleh sejumlah pihak karena dianggap sebagai bentuk kemunduran dalam demokrasi.

KOMENTAR
Heran juga ya, sudah tau bagaimana perkembangan DPR kita selama ini, kok malah setujui pilihan kepala daerah dilakukan DPRD. Kondisi pemilihan langsung saat ini sudah bagus dan biarkan rakyat yang memilih langsung.
Jika pemilihan dilakukan melalui DPRD, berarti membuka peluang ketidakberesan di tubuh wakil rakyat ini, dan memang DPR itu wakil rakyat, dipilih rakyat, tetapi mayoritas rakyat telah dikecewakan oleh wakilnya karena tidak sesuai dengan program kerjanya ketika berkampanye. Bahkan banyak wakil rakyat mengabaikan tuntutan rakyat yang memilihnya ketika mereka bisa duduk di kursi dewan.

Senin, 24 Januari 2011

Seputar PSSI-Sakit Hati

Saat ini, selain kasus Gayus, lagi ribut soal Nurdin Khalid yang Ketua Umum PSSI, banyak pihak minta agar Nurdn turun dar jabatannnya. Melihat persoalan ini, saya teringat kasus PSSI di beberapa daerah yang juga sama dengan kasus di tingkat pusat.
Ketidakberesan di dunia persepakbolaan ini, terjadi mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah, dan kita ambil satu contoh saja, tidak udah soal anggaran, ini soal perekrutan pemain saja, sungguh membuat SAKIT HATI para pecinta sepak bola.
Kenapa demikian, karena perekrutan pemain berbau KKN dan banyak mengutamakan keluarga. saudara, anak teman, ttitipan, sedangkan pemain yang benar-benar baik dan handal, dikesampingkan. sakit hati khan

Kamis, 20 Januari 2011

Gayuuuuuuus Ah

Gayuuuus, masing-masing tampil SOK bersih

Saat ini lagi populernya sebuah nama Gayus, seorang yang telah divonis 7 tahun penjara, benarnkah Gayus bersalah? Benarkah Majelis Hakim yang memvonis Gayus juga kena suap atau benarkah memutuskan karena adanya tekanan, benarkah Gayus orang yang bersih? Siapakah tokoh yang disebut Gayus dan staf khusus presiden SBY itu, terlibatkah dia dan apa motovasinya. Semuanya tampil dalam layar kaca dan media cetak.


Misalnya beberapa tokoh di partai yang duduk di DPPRI juga pada sibuk memberikan komentarnya, saling mencari pembenaran dan saling mencoba membenarkan jika tindakan Gayus adalah salah.Ada juga tokoh terlihat GERAM dengan penguasa negeri, bahkan persoalan Gayus dimelencengkan ke urusan tahanan yang lain juga bisa keluar masuk dan minta diusut.

Pertanyaannya, ungkapan dan komentar mereka semua itu apakah benar-benar karena panggilan demi sebuah negeri agar bebas dari Korupsi atau sekedar sensasi atau karena sakit hati? Semua ini sungguh membingungkan masyarakat awam seperti saya yang tidak memahami "perselingkuhan" politik negeri.

Kalau saya bisa berandai-andai, seandainya saya jadi Gayus, benar-benar melakukan kesalahan seperti yang dituduhkan Jaksa, saya akan buat tindakan lebih dari yang dilakukan Gayus. Kalau saya jadi anggota DPRRI, saya akan membuat pernyataan yang mampu menciptakan opini publik, sehingga masyarakat tertipu dengan komentar saya dan percaya jika Gayus salah, percaya jika Presiden SBY tidak benar, percaya jika Staf khusus presiden terkesan bersalah dan terlibat.

Kemudian apakah saya dan mereka yang saling memberikan komentar dan statmen di televisi itu benar semua, apakah bersih tanpa cela semua? Tunggu dulu, karena saya belum tentu bersih, makanya saya berusaha berkata mencari pembenaran dan agar masyarakat berfikir saya seakan-akan paling benar.

Ini sebenarnya sebuah proses demokrasi, siapaun boleh berkata apapun dan bertanggungjawab atas komentarnya. Tetapi siapapun juga boleh tersinggung dengan statmen-statmen siapapun juga, seperti TB Silalahi yang tersinggung dengan sodokan beberapa tokoh jika pemerintah telah membohongi publik. Seandainya saya berikan sebagian kucuran dollar atau rupiah, saya juga tidak akan mengatakan jika pemerintah bohong, tetapi pemerintah baik dan akan saya katakan yang baik-baik.

Ingat kasus pendemo yang sempat ditahan, disiksa dan dijebloskan karena bertindak anarkis? tidak perlu disebutkan namanya, sekarang sudah duduk di kursi DPRRI, suaranya sekarang tidak sekeras dulu, komentarnya sekarang bisa dibilang kondusif, tidak seperti dulu lagi. Intinya, siapapun yang bayar saya, akan saya bela? Jika salah, akan saya tutupi kesalahannya? Kira-kira demikian pemikiran saya yang orang awam ini.

Rabu, 19 Januari 2011

Biaya IPP

Ini biaya pengurusan izin penyelenggaraan pay tv kabel di Indonesia, biaya ini sama dengan biaya pengurusan izin mendirikan stasiun televisi swasta. Selain biaya lumayan besar, kerumitannya juga sama.

Senin, 17 Januari 2011

Rakyat Miskin Menururn


"SOAL RAKYAT MISKIN"
Pemerintah menyatakan, jumlah rakyat miskin menurun dan sekarang tinggala 30 juta jiwa, ini memang benar, harus dutambah kata "tapi", menurun bukan artinya berkurang melainkan menurun karena miskin turunan, kalau dulu yang miskin orang tuanya, sekarang turun ke anak-anaknya.

"SOAL BERAS MAHAL"
Indonesia sebenarnya dikenal sebagai Lumbung Pagi, artinya sebagai penghasil pertanian yang lumayan besar, bahkan padi hasil pertanian tidak akan kurang, walaupun kenyataannya sekarang pemerintah masih impor beras. Pertanyaannya, kenapa jika menjadi lumbung padi harga beras jadi mahal? Wajarlah jika rakyat miskin menjerit dan makin menjadi Miskin Turunan."Pemain" beras makin kaya dan beras yang kurang layak saja harganya tidak kurang dari RP. 3000/kg.

"SOAL LARANGAN IMPOR"
Bukan soal beras, gula sekarang juga dilarang keras di impor oleh pengusaha swasta, seluruh urusan impor ini ditangani langsung oleh pemerintah pusat. Maka tak heran jika petugas di daerah makin garang dalam melarang siapapun yang mengimpor beras, gula dan sejenisnya. Apa dampaknya? harga beras dan gula pasir membumbung tinggi, yang ada sekarang gula warna kemerah-merahan, sekrang sulit ditemukan gula warna putih bersih dan mulus.

Kenapa beras dan gula yang diimpor swasta melalui pelabuhan-pelabuhan di perbatasan menjadi murah? karena biaya impor murah, rentang kendali antara pelabuhan perbatasan dengan negara pengekspor berdekatan, bebas pajak walaupun masih terkena dana siluman. Tetapi rakyat di perbatasan dimanjakan dan makmur dengan adanya gula dan beras murah. Berarti harga gula dan beras di negeri tetangga sangat murah.

Kenapa impor ini diambilalih pemerintah, karena ada indikasi bisnis pemerintah yang abu-abu, kemana keuntungan yang nyata menjadi samar. Bisa dikatakan hanya menguntungkan oknum yang menjadi pelaku pengimpor dan pemerintah tetap jeblok, karena pemerintah harus tetap mensubsudi.

Kenapa petani lokal tidak bergairah? karena pemerintah tidak tanggap atas keluh kesah petani Indonesia yang selama ini bernada sama sejak dari dulu kala. Soal pupuk saja, menurut petani banyak "dimainkan" dan mudah untuk mendapatkannya. Harga pupuk yang sebenarnya murah, menjadi mahal dan bahkan sampai hilang dari pasaran, sedangkan pengakuan pemerintah produksi pupuk di Indonesia cukup. Celakanya, pemerintah tidak tanggap ketika para petani kita berhadapan dengan bencana. Contoh yang masih ngetren saat ini adalah mahalnya harga cabe akibat musim hujan yang tidak menentu, sehingga banyak petani cabe yang gagal panen.(ara/17/1/11)

Minggu, 16 Januari 2011

Catatan Journalist

Ya......, saya dibesarkan dari dunia pers, sehingga sulit rasanya mengabaikan catatan-catatan sekecil apapun, segala kegiatan yang nampak di depan mata selalu menjadi ajang catatan kecil dalam agenda yang tertulis pena maupun yang terekam dalam imajinasi dan kemudian dituangkan dalam sebuah "bingkai".

Memang.......,sejak tahun 2002 mulai meninggalkan dunia pers, tetapi tidak bisa diam dengan apapun yang terlihat mata dan terdengat oleh telinga. Meninggalkan dunia pers memang tidak bisa secara total, karena dunia bisnis yang digeluti saat ini masih terasa pada lingkungan pers-nya, yakni di dunia media informasi visual (pay tv). Justru di sini sebenarnya segela persoalan bisa "dituangkan" dengan suara dan gambar dan usaha ini dibangun sejak tahun 2005 silam.

Jujur....., dengan bendera Ketua Umum DPP ATKI, saya mencoba menerobos "dinding" ibukota Jakarta, ya memang benar kata kebanyakan orang, tidak semudah urusan di suatu lingkungan yang telah lama dikenal. Namun dengan semangat dan keyakinan yang kuat, bukan seorang Alan jika tidak mampu bertahan dan menerobos dinding itu. Keyakinan dan semangat ini membuat saya tetap tegar, walau sebenarnya diselingi dengan berbagai persoalan umum dan pribadi.

Catatan selengkapnya akan dipaparkan dalam sebuah memery jusnalist secara bersambung.

Senin, 10 Januari 2011

Sebuah Renungan


Sudut Kota Tanjungpinang (ft. atas), Pelabuhan Sri Bintanpura Tanjungpinang (ft. bwh), ft.ara